Selasa, 21 November 2017

Makalah Pasar Persaingan Monopolistis



MAKALAH
PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIS




Di susun oleh :
kelompok 13
Halimatus Sakdiyah
Eka Nur Syafitri
Sukron

STKIP PGRI BANGKALAN
TAHUN AJARAN 2016/2017






DAFTAR ISI

Halaman Judul  ........................................................................................................... i
Daftar Isi ……. ........................................................................................................... ii
Kata Pengantar  ........................................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang ...................................................................................................   4
B.     Permasalahan ......................................................................................................   4
C.    Tujuan Penulisan  ................................................................................................   5   

BAB II. PEMBAHASAN
A.     Pengertian Pasar Monopolistis…............................................................................   6
B.    Ciri-ciri pasar persainga Monopolistis ….................................................................  6
C.    Keseimbangan dalam pasar persaingan Monopolistis ….........................................  8
D.    Corak dalam pasar persaingan Monopolistis....................................................... ..     8
E.    Kelebihan dan kekurangan dari pasar persaingan Monopolistis ….................. ….    9
F.   Kelebihan dan kekurangan pasar persaingan Monopolistis……………………….    11 



BAB III. PENUTUP
Kesimpulan  …...........................................................................................................  13
Saran………………………………………………………………………………...   13


DAFTAR PUSTAKA …........................................................................................... .  14






KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya, yang berjudul “Pasar Persaingan Monopolistis”.
Makalah ini dibuat dengan observasi dan beberapa bantuan berbagai pihak untuk menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan selama mengerjakan. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini .
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak luput dari segala kekurangan dan kesempurnaan. Namun penulis telah mengusahakan yang terbaik bagi penulisan makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.












BAB I
PENDAHULUAN

 1.1  Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada di kalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Semua unsur pasar yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi berada di pasar,mulai dari unsur produksi, distribusi maupun unsur konsumsi.
Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu dilakukan sejak zaman dahulu kala. Sebelum adanya jual beli seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertukar barang dengan orang lain yang memiliki barang yang ia butuhkan (barter). Namun, barter bukanlah hal yang efisien bagi seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang didapat.
Seiring berkembangnya zaman akhirnya didapat satuan pengukur nilai suatu barang yaitu Uang. Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, tetapi yang berlaku adalah sistem jual-beli.
Menurut organisasinya pasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Pasar Persaingan Sempurna, dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu Pasar Monopoli, Pasar Monopolistik, dan Pasar Oligopoli.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Pasar Monopolistis. Melihat dari jenis barang yang termasuk di dalamnya, pasar tipe ini merupakan salah satu pasar yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
 1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan monopolistis?
2.      Apa saja ciri-ciri pasar persaingan monopolistis?
3.      Apa saja keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistis?
4.      Apa saja corak dalam pasar persaingan monopolistis?
5.      Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pasar persaingan monopolistis?


 1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apa pengertian pasar monopolistis, serta untuk mengetahui ciri-ciri apa saja yang ada di dalam pasar persaingan monopolistis.
Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas sebagai tugas Softskill program Strata Satu (S1) Jurusan Management dan Akuntansi.
.
























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pasar Persaingan Monopolistis.
Pasar Persaingan Monopolistis (Monopolistic Compettion) adalah salah satu dari pasar persaingan tidak sempurna,
Pasar Persaingan Monopolistis adalah pasar yang dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Compettion) dan Pasar Monopoli ( Monopoly).
Dilihat dari struktur pasar persaingan monopolistis hampir sama dengan pasar persaingan sempurna. Pasar monopolistis didefinisikan sebagai pasar dengan banyak produsen yang menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik (differentiated product) dan bisa disebut juga sebagai pasar yang banyak penjual, yang menawarkan satu jenis barang dengan diferensi produk yang berbeda-beda baik dari segi kualitas, bentuk dan ukuran.
2.2  Ciri-Ciri Pasar Persaingan Monopolistis.

1.      Terdapat Banyak Penjual.
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila di pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka pasar persaingan monopolistis sudah mungkin wujud. Yang penting, tidak satupun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasar monopolistis mempunyai ukuran yang relatif besar seperti pasar persaingan sempurna, keadaan ini menyebabkan produksi suatu perusahaan relative sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.



2.      Barangnya Bersifat Berbeda Corak.
Bersifat Berbeda Corak yang membedakan antara pasar persaingan monopolistis dan pasar persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan dengan produksi suatu perusahaan lainnya. Terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pengemasannya. Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ini barang yang diproduksikan oleh perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistis bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna tetapi merupakan barang pengganti yang dekat.
3.      Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
Perusahaan dalam persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga, namun pengarunya relative kecil kalau dibandingkan dengan peruahaan pasar oligopoly dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistis bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu.
4.      Kemasukan ke Dalam Industri Relatif Mudah.
Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di dalam oligopoly dan monopoli. Beberapa faktor menebabkan hal ini:
1.      karena modal yang diperlukan relative besar kalau dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
2.      Karena perusahaan itu harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia dipasar dan mempromosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan.

5.     Persaingan Mempromosi Penjualan Sangat Aktif.
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relative tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak, menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan sayart penjualan yang menarik dan sebagainya.
2.3  Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisaitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna. Maka pada hakikatnya kurva permintaan ke atas barang produksi perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
Apabila perusahaan menaikan harga maka jumlah barang yang di jualnya menjadi sangat berkurang dan sebaliknya apabila perusahaan menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat bertambah.
Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistis tidak elastis sempurna, kurva hasil penjualan marjinal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistis kurva MR adalah sama seperti teradapat dalam monopoli, yaitu kurva tersebut terletak dibawah kurva permintaan.
Keseimbangan jangka pendek dan panjang pasar persaingan monopolistis.
  • Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan dapat menikmati laba super  normal. Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, karena memiliki daya monopoli, walau terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan yang bergerak dalam pasar monopoli.
  • Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal.









2.4  Corak Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Terdapat beberapa corak yang ada terjadi dan ada pada pasar persaingan monopolistis. Berikut uraian hal-hal yang terkait dalam corak pasar persaingan monopolistis.
·         Efesiensi dan Diferensiasi Produksi.
Dalam pasar persaingan monopolistis walaupun terdapat banyak produk yang dihasilkan sama namun produsen membedakan karakteristiknya, baik dalam hal mutu, design, mode maupun kemasan. Perbedaan-perbedaan ini membuat konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan produk yang akan dipilih dan digunakan.
Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis akan berusaha memproduksi produk yang mempunyai sifat khusus yang dapat dengan jelas dibedakan dengan hasil perusahaan lain. Terdapatnya berbagai variasi produk merupakan keistimewaan dari pasar persaingan monopolistis. Variasi produk menimbulkan keuntungan bagi produsen dan konsumen.
Keuntungan bagi produsen karena diferensiasi produk mampu menciptakan suatu penghambat pada perusahaan lain untuk menarik para pelanggannya. Bagi konsumen keuntungannya karena mereka memeiliki banyak pilihan untuk membeli suatu produk dengan karakteristik yang berbeda-beda.



·         Perkembangan Teknologi dan Inovasi.
Bentuk pasar monopolistis memberikan dorongan yang sangat terbatas untuk melakukan perbaikan teknologi dan inovasi, karena dalam jangka panjang perusahaan hanya memperoleh keuntungan normal. Ketika terlihat keuntungan yang melebihi normal dalam jangka pendek maka akan memicu perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut. Ketika banyak peodusen yang bergelut dalm bidang yang sama maka keuntungan yang melebihi normal pun tidak didapati lagi, yang berarti dalam waktu yang singkat keuntungan yang diperoleh dari pengembangan teknologi dan inovasi tidak dapat lagi dinikmati.

·         Persaingan Bukan Harga.
Persaingan Bukan-Harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan harga tetapi dengan cara promosi yang lain. Sangan penting peranannya dalam pasar persaingan monopolistis. Bentuk utama persaingan bukan-harga adalah pengiklanan, pembedaan penampilan barang dan “after sales service” atau jasa sesudah.

·         Distribusi pendapatan.
Banyaknya produsen yang bersaing pada pasar persaingan monopolistis mengakibatkan distribusi pendapatan akan seimbang. Asumsinya, ketika suatu produsen mampu menghasilkan keuntungan melebihi normal pada jangka waktu pendek, maka hal ini akan menarik beberapa produsen lain untuk memproduksi produk yang sama. Ketika banyak produsen yang dapat memperoleh keuntungan berarti tidak ada lagi yang produsen yang mendapatkan keuntungan lebih melainkan keuntungannya sama, karena keuntungannya sudah terbagi-bagi dengan banyaknya produk. Berdasarkan kecenderungan ini, para ekonom berpendapat bahwa pasar persaingan monopolistis menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata.














2.5 Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistis.
o   Pasar Monopolistis memiliki kelebihan sebagai berikut :
1.      Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2.      Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3.      Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4.      Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
o   Pasar Monopolistis juga memiliki kekurangan sebagai berikut :
1.      Pasar monopolistis memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.      Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.      Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.
2.6  Pandangan Yang Menyokong Pengiklanan.
1.      Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik di dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya. Dengan iklan perusahaan-perusahaan dapat menjelaskan kepada konsumen tentang barang baru yang diproduksikan atau barang lama yang telah ditingkatkan mutunya.
2.      Iklan akan menggalakan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang. Dalam mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha menonjolkan sifat-sifat istimewa dari barang yang di produksi, iklan memberi dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan hasil produksinya sehingga mempunyai keistimewaan-keistimewaan tertentu.
3.      Iklan membantu membiayai perushaan komunikasi masa seperti radio, televise, surat kabar dan majalah. Dengan membuat iklan dalam perusahaan-perusahaan ini sebagian biaya mereka akan dibayar oleh kegiatan pengiklanan. Ini dapat mengurangi subsidi pemerintah untuk membiayai kegiatan penyiaran radio dan televisi, menurunkan harga surat kabar dan majalah, yaitu harganya lebih rendah dari yang akan ditetapkan apabila tidak terdapat iklan.
4.      Iklan menaikan kesempatan kerja. Telah ditunukan sebelum ini bahwa iklan akan menaikan jumlah produksi. Untuk menambah produksi, lebih banyak pekerja diperlukan dengan demikian pengiklanan juga menyebabkan penggunaan tenaga kerja bertambah banyak.

2.7  Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan.
1.      Promosi secara iklan adalah suatu penghambatan perusahaan akan menaikan biaya produksi per unit tanpa menimbulkan perubahan apapun terhadap suatu barang.
2.      Iklan tidak selalu memberi informasi yang benar. Tidak semua iklan dibuat dengan jujur dan menerangkan sifat-sifat sebenarnya dari barang yang diiklankan.
3.      Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam perekonomian. Terdapat cara lain yang akan dapat menambah jumlah pekerjaan dengan lebih efektif. Misalnya, usaha menambah pekerjaan akan lebih efektif hasilnya dengan menggunakan kebijakan fiscal dan moneter.
4.      Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industry. Apabila kampanye iklan sangat berhasil dan produksi mengalami pertambahan yang sangat besar, perusahaan lain akan mengalami kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya menurun. Menghadapi kenyataan seperti itu perusahaan-perusahaan baru menjadi lebih enggan untuk masuk kedalam industry tersebut.









BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis akan mendapatkan keuntungan di atas normal pada periode jangka pendek. Keuntungan di atas normal tersebut menyebabkan pertambahan jumlah perusahaan di pasar. Sehingga mengakibatkan perusahaan tersebut hanya akan memperoleh keuntungan normal bahkan merugi pada periode jangka panjang.
Pengaturan pasar persaingan monopolistis tidak perlu dilakukan meskipun perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik tidak efisien. Hal ini berdasarkan tiga argument, antara lain :
1)      Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang (dead weight loss) relatif kecil.
2)      Permintaan ysng sangat elastis menyebabkan kelebihan kapasitas produksi relatif kecil.
3)      Ketidakefisienan yang dihasilkan perusahaan yang beroprasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan kenikmatan konsumen karena beragam produk, peningkatan kualitas, dan meningkatnya kebebasan konsumen dalam memilih output.

3.2  Saran.
Sebaiknya produsen meningkatkan kualitas produk sehingga konsumen akan tetap setia pada produk tersebut. Sehingga meskipun produsen menaikan harga barang tersebut, produsen tidak lantas kehilangan banyak pelanggan. Karena konsumen sudah percaya dengan mutu produk tersebut.
Selain itu pasar persaingan monopolistis juga menuntut produsen agar lebih inovatif lagi dalam berproduksi. Baik inovatif dalam menciptakan suatu produk maupun inovatif dalam efisiensi penggunaan faktor produksi.





DAFTAR PUSTAKA

Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala. 2008. “Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi )”. Edisi Ke-3. Jakarta: FE-UI

Sukirno, Sadono. 2005. “Mikro Ekonomi Teori Pengantar”. Edisi Ke-3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada





Tidak ada komentar:

Posting Komentar